Wednesday, May 22, 2019

No Image

Blog pindah ke www.fanselectronics.com

Terimakasih semua atas perhatiannya. Blog ini sudah dipindah ke domain utamanya  www.fanselectronics.com silahkan cek web tersebut


Sunday, September 3, 2017

Macam - Macam dan Speksifikasi Arduino, dan Cara Memilih Arduino

arduino
Melanjutkan artikel kemarin, setelah FansElectronics mengenal apa itu Arduino. Sekarang saya akan menulis tentang macam-macam dari sang Arduino beserta speksifikasinya. Sebelum itu, kita cari tahu terlebih dahulu sejarah dari Arduino, dan siapa penciptanya? yang lupa saya bahas di artikel Mengenal apa itu Arduino
Sejarah Arduino bermulah dari sebuah tesis yang dibuat oleh Hernando Barragan, di Institude Ivrea, Italia pada tahun 2005, dikembangkan oleh Massimo Banzi dan David Cuartiellies dan diberi nama Arduin of Ivrea. Lalu diganti nama menjadi Arduino yang dalam  bahasa Italia berarti teman yang berani.

Tujuan  awal dibuat Arduino adalah untuk membuat perangkat mudah dan murah, dari perangkat yang ada saat itu. Dan perangkat itu ditujukan untuk para siswa yang akan membuat perangkat desain interaktif ( Nah, ini yang saya sebut diartikel sebelumnya, Visi mulia dari pencipta arduino ). Sumber.

Nah udah tau sedikit sejarah singkat dari sang Arduino, lebih lengkapnya bisa anda baca pada link sumber diatas. OK, kembali ketopik artikel, dalam memilih perangkat keras ( Hardware ) arduino, semua tergantung dari kebutuh si pengguna, mengapa demikian? Karena penggunaan arduino setiap pengguna berbeda-beda. Ada yang digunakan sebagai media pembelajaran, juga ada yang digunakan untuk membangun sebuah project-project elektronika, bahkan juga ada yang digunakan untuk sistem otomasi industri. Namun, akan saya jelaskan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing perangakt Arduino, sehingga memudahkan anda dalam memilih Arduino mana yang cocok untuk anda. 

Macam-Macam Arduino

Arduino Uno

Jenis Arduino yang paling sering digunakan. Terutama untuk pemula atau media pembelajaran sangat disarankan menggunakan Arduino Uno. Selain banyaknya referensi yang membahasa jenis arduino yang satu ini, juga karena chip mikrokontroller yang digunakan memakai jenis DIL / DIP (Dual In-Line Package). Sangat memudahkan pengguna mengganti chip mikrokontroller, jika terjadi kerusakan, dan juga kompatible dengan banyak Shield tambahan seperti, Ethernet, SD-CARD, GSM,dll. Versi yang terakhir adalah Arduino uno R3 (Revisi 3), menggunakan chip mikrokontroller Atmel AVR ATMEGA328, memiliki 14 pin I/O digital (6 diantaranya pin PWM), 6 pin input analog, . Komunikasi USB A to USB B (USB Printer) memudahkan komunikasi hardware dengan perangkat komputer / laptop. Speksifikasi lengkap Klik disini.
arduino uno r3
Arduino uno R3

Arduino Leonardo


Arduino satu ini dibisa di bilang, kembaran Arduino uno, walaupun secara bentuk mirip. Perbedaan paling menonjol terdapat pada konektor USB dimana Arduino leonardo menggunakan konektor Mikro USB. Dan perbedaan lainya terletak pada chp mikrokontroller yang digunakan adalah ATMEGA32u4, memiliki 20 digital I/O ( 7 diantaranya pin PWM dan 12 Analog input), namun yang digunakan hanya sebagian yang disesuaikan dengan standar Arduino. Menurut saya Arduino Leonardo, kurang cocok digunakan untuk pemula atau media belajar, karena menggunakan chip mikrokontroller SMD (Surface-Mount Device). Jika terjadi kerusakan chip, akan sulit untuk menggantinya, karena membutuhkan keahlian khusus untuk melepas dan memasang kembali chip SMD. Speksifikasi lengkap Klik disini.
arduino leonardo
Arduino Leonardo

Arduino Mega 2560


Menggunakan USB A to USB B sebagai komunikasi dengan Komputer / Laptop, Arduino Mega 2560 didukung chip mikrokontroller Atmel AVR ATMEGA2560, yang mana memiliki 54 pin digital I/O (15 diantaranya pin PWM), 16 pin analog input, dan 4 UART (Serial Port). Dengan fitur yang sangat lengkap tersebut, Arduino Mega 2560 sangat cocok digunakan untuk project yang membutuhkan jumlah pin I/0 yang cukup banyak, juga mendukung dengan shield modul.


Tuesday, June 13, 2017

Project Jam Digital 7 Segmen dengan Pemrograman Arduino

Sedikit Pengenalan

Hampir dua bulan saya tidak menulis artikel diblog ini karena kesibukan saya kuliah dan kerja, dan project-project dari teman-teman perkuliahan yang sedang melaksanakan tugas akhir/skripsi. Pada artikel project ini saya akan memberikan sebuah project jam digital dengan menggunakan 7 segmen DIY (alias buatan sendiri). Project ini sebenarnya adalah pesanan dari customer yang sengaja memang saya bagikan untuk pembaca/pengunjung blog saya ini. Berikut ini adalah hasil dari Jam Digital 7 Segmen yang akan saya bagikan.


Pada artikel ini saya akan memberikan lengkap skematik, layout pcb, dan program sehingga pembaca dan dapat membuat dan mempelajarinya sendiri dan mengembangkannya dengan kreatifitas masing-masing. Pada artikel ini juga saya lengkapi dengan video demo tutorial penggunaan dari module ini sehingga anda dapat menggunakan fitur-fitu yang saya buat pada program yang saya buat. Berikut ini adalah skematik dan PCB layout yang saya buat.

Skematik dan PCB Desain

Desain PCB Jam Digital Fans Electronics

Desain Skematik Jam Digital Fans Electronics

Desain Skematik dan PCB Layout Jam Digital 7 Segmen

Artikel Pendukung

Dokumen


Proses Pengerjaan

Cetak desain pcb yang saya buat seperti diatas, anda dapat mendownloadnya langsung pada link download yang tedapat pada tag dokumen diatas. Untuk tutorial download anda dapat membacanya link pada menu datas website. Kembali lagi ke artikel, berikut ini adalah hasil PCB yang sudah saya cetak.


Kemudian solder masing masing komponen sesuai dengan pada desain PCB diatas, anda juga dapat mendesain pcbnya sendiri sesuai dengan selerah anda. Namun sebelum menyololde semua kompoponen, alangka lebih baik untuk mengecek jalur-jalur dengan menggunakan AVO meter, guna menghindari terjadinya jalur yang tersabung pada jalur yang lainya. Berikut ini adalah daftar komponen yang dibutuhkan.

Setelah masing masing komponen terhubung dengan baik dan tidak terjadi short/hubungsingkat pada masing masing komonen, dikarenakan pada desain yang saya buat menggunakan komponen dengan model SMD/SMT yang sangat sulit disolder jika tidak terbiasa menggunakanya. Mungkin lain waktu saya akan memberikan sebuah tutorial bagai mana menyolder komponen dengan model package SMD. Berikut ini adalah hasil dari soldering komponennya.


Masuk dalam tahap pemrograman. Disini saya menggunakan bahasa pemrograman arduino sebagai program untuk project jam digital 7 segmen ini. Namun sebelum itu anda diwajibkan untuk mendownload dan menginstall beberapa file library untuk RTC (Real time Clock) dan Shift Register untuk 7 Segmen yang sudah saya buat untuk memudahkan pengguna awam dalam mempelajarinya. Link download terletak pada tag dokumen diatas. Kemudian upload program jam digital berikut ini.

Dari program diatas akan akan menampilkan waktu/jam, tanggal dan bulan, dan tahun. Namun dikarenakan keterbatasan tampilan display sehingga penampilan masing-masing fungsi digunakan secara bergantian. 20 detik pertama menampilkan waktu/jam dengan LED tengah berkedip-kedip sebagai tanda hitungan detik. 10 detik kedua menampilkan tanggal disebelah kiri dan bulan disebelah kanan, LED indikator akan menyala terus sebagai pemisah antara variabel tanggal dan bulan. 10 detik terakhir akan menampilkan variabel tahun dengan LED tengah mati sebagai tanda bahwa variabel display digabung menjadi 4 digit. Selanjutnya untuk penggunaan menu tombol setting. Tombol tengah terhubung pada pin Interrupt pada arduino, digunakan untuk menyela pekerjaan program dan mengutamakan program tertentu yaitu masuk menu Setting untuk dikerjakan terlebih dahulu. Gunakan tombol kanan dan kiri untuk merubah nilai variable masing-masing menu. Menu pertama mengatur Jam dan Menit, menu kedua mengatur Tanggal dan Bulan, menu ketiga mengatur tahun. data akan otomatis tersimpan pada ic RTC (DS1307). setelah menu ketiga klik tombol tengah kembali untuk keluar pada menu settingan. Untuk lebih lengkapnya terkait penggunaan dari projetc jam digital ini. anda dapat menonton video demonya pada video dibawah artikel atau langsung pada channel youtube kami.
Sekian dulu artikel project jam digital 7 segmen ini, jika terdapat kendala terkait project kali ini, anda dapat bertanya pada kotak komentar dibawah ini atau pada forum diskusi facebook kami (project juga saya share disana). Mungkin untuk beberapa teman-teman pembaca yang ingin membuat namun tidak bisa atau khawatir gagal, Saya menerima jasa membantu untuk pembuatan project ini atau malah project lainya anda bisa klik iklan sebela kiri untuk info lebih lengkapnya. Sebelum mengakhiri tutorial kali ini, jangan lupa like FansPage, dan Channel Youtube kami, dan ikuti kami dijejaring sosial lainya Google+, Instagram, Twetter (kurang aktif sih, hehe), link terdapat pada pojok kanan atas website ini. Terimakasih like dan follow anda sangat menambah semangat kami. Semoga bermanfaat.

Video Tutorial

Maaf Video belum tersedia

Monday, June 5, 2017

Pemrograman Sensor Ultrasonic Menggunakan Arduino

Sedikit Pengenalan

Beberapa waktu lalu saya sempat mengerjakan project sederhana, dari seorang client. untuk membuatkan sebuah alat pengukur jarang menggunakan sensor ultrasonic dan jarak hasil pengukuran akan ditampilkan pada LCD Karakter 16x2 dan dikirim ke server web base. Sekarang saya kan membagikanya kepada pembaca tutorial pemrograman sensor ultrasonic dengan menggunakan bahasa pemerograman arduino.

Sensor ultrasonic adalah sebuah sensor yang memanfaatkan pancaran gelombang ultrasonic. Sensor ultrasonic ini terdiri dari rangkaian pemancar ultrasonic yang disebut transmitter dan rangkaian penerima ultrasonic disebur receiver. Gelombang ultrasonik merupakan gelombang akustik yang memiliki frekuensi mulai 20 kHz hingga sekitar 20 MHz. Frekuensi kerja yang digunakan dalam gelombang ultrasonik bervariasi tergantung pada medium yang dilalui, mulai dari kerapatan rendah pada fasa gas, cair hingga padat. Sumber

Seperti pada pengertian diatas sensor ultra sonic ini sedikit meniru kemampuan kelelawar dalam melihat bergererak dalam ruangan gelap (ekolokasi).

cara kerja sensor ultrasonic

Cara kerja sensor ultrasonic dengan cara mengirim gelombang yang akan memantul pada benda tertentu sehingga dapat diterima kembali oleh penerimanya. Dari kecepatan gelombang yang memantul tersebut. Mulai dari dikirim sampai diterima, maka akan didapatkan data yang akan diterjemahkan oleh mikrokontroler menjadi sebuah data jarak yang dapat ditampilkan pada LCD display. Pengaplikasi sensor ultrasonic ini sangatlah banyak, mulai dari mengukur jarak sebuah benda, sebagai sensor ketinggian air, sensor counter/penghitung benda, robot wall follower, dan masih banyak lagi pengaplikasianya.

Artikel Pendukung

Sensor Ultrasonic
Add caption


Sensor Ultra Sonic HR04 /HC-SR05
arduino uno r3
Arduino Uno R3

Dokumen


Proses Pengerjaan

Skema Sensor Ultrasonic

Hubungkan sensor dan arduino sesuai dengan skematik diatas dan pastikan tidak terdapat kesalahan penghubungan pada pin supply. Selanjutnya upload berikut ini, jika gagal download file library pada link dokumen diatas.

Setelah proses download program selesai silakan, buka aplikasi software serial monitoring pada Arduino IDE anda. Berikut ini hasil dari pengkuran data sensor ultrasonic.
Serial data Sensor ultrasonic

Sekian dulu tutorial module kali ini, tutorial dan project electronics lainya. Ikuti kami dijejaring sosial facebook, Instagram dan lainya klik icon social media pada pojok kanan atas. Semoga bermafaat.

Tuesday, March 7, 2017

Pemrograman Arduino LCD 16x2 I2C PCF8574

Sedikit Pengenalan

Pada artikel tutorial sebelumnya  sudah saya bahas tentang tutorial pemrograman LCD16x2 menggunakan Arduino. Namun pada tutorial kali ini saya akan membahas pemrograman LCD dengan modul I2C PCF8574.
Inter Integrated Circuit atau sering disebut I2C adalah standar komunikasi serial dua arah menggunakan dua saluran yang didesain khusus untuk mengirim maupun menerima data. Sistem I2C terdiri dari saluran SCL (Serial Clock) dan SDA (Serial Data) yang membawa informasi data antara I2C dengan pengontrolnya. Perangkat yang dihubungkan dengan sistem I2C Bus dapat dioperasikan sebagai Master dan Slave. Master adalah perangakat yang memulai transfer data pada I2C Bus dengan membentuk sinyal Start, mengakhiri transfer data dengan membentuk sinyal Stop, dan membangkitkan sinyal clock. Slave adalah piranti yang dialamati master. Sumber
Modul PCF8574 sangatlah mudah digunakan. Terlebih lagi sudah tersedia library arduino yang mendukung pemrograman yang sangat mudah dipahami walaupun bagi pemula sekalipun.

Artikel Pendukung

Daftar Komponen

I2C LCD PCF8574 Module

I2C LCD Module PCF8574
lcd 16x2

LCD Character 16x2 (16pin)
arduino uno r3

Arduino UNO R3 ( Bisa yang lain )
Kabel Jumper Male to Female

Kabel Jumper

Proses Pengerjaan

Skematik I2C PCF8574 LCD Module
Hubungkan masing masing komponen sesuai dengan skematik diatas, dan jangan lupa pastikan tidak terdapat kesalahan pada pin power supply. Setelah terhubung dengan baik, anda upload program dibawah ini.
Program diatas berfungsi untuk, mencari alamat register I2C dari module PCF8574, dan setelah diupload buka serial monitoring, sesuaikan baudrate dengan program, maka akan menampilkan hasil alamat seperti gambar dibawah ini.

i2c scanner address

Dari hasil diatas didapati alamat I2C 0x3F, sebagai alamat register dari modul PC8574. Jika anda ingin megubah alamat dari modul ini. Anda dapat menjumper pin A0, A1,dan A3 dengan menggunakan solder. Input tersebut bersifat seperti bilangan biner, sehingga memiliki keadaan yang berbeda-beda, jika anda hanya menyolder 1 jumper atau 2 dan selebihnya.
Kita masuk tahap pemrograman LCD menggunakan Modul I2C PCF8574. Dalam tahap ini anda membutuhkan sebuah library yang harus anda install terlebih dahulu. File library dapat anda download pada Tag Dokumen diakhir artikel dan untuk tutorial instalasi library dapat anda baca pada artikel pendukung diatas. Selanjutnya saya akan memberikan contoh program dasar menggunakan LCD16x2 dan LCD 20x4 yang dapat anda copy dibawah ini.

Program diatas hanya contoh dari program menampilkan text pada lcd. Perintah yang digunakan pada library ini sama saja, tidak jauh berbeda dari library LCD bawaan arduino. Hanya saja yang membedakan pada proses inisialisasi saja. Berikut ini foto hasil dari program yang saja buat diatas.

LCD16x2 I2C PCF8574

LCD20x4 I2C PCF8574


Dengan adanya modul I2C PCF8574, memungkin kan anda membuat sebuah project dengan lebih dari satu displa LCD. Disini saya juga memberikan demo dengan menggunakan Dual LCD 20x4 dan 16x4 hanya dengan satu buah device arduino uno. Berikut ini contoh programnya.

Dual LCD 20x4 dan 16x2 I2C PCF8574

Program diatas tidak berbeda jauh dengan program lcd yang sebelumnya. Namun anda harus mendeklarasikan dua inisialisasi lcd yang berbeda, pada program diatas saya menggunakan lcd20x4 dan 16x2. sehingga memudahkan dalam permogramannya. Anda juga dapat mendeklarikannya dengan nama lain, entah itu lcd1, lcd2, dsb. Untuk tutorial lebih jelasnya anda dapat melihat video dibawah. Sekian dulu tutorial kali ini, jika terdapat pertanyaan anda dapat meninggalkan pesan pada kotak komentar dibawah, pasti saya balas, Dan jangan lupa like Fans Pages kami pada bagian bawah website ini, dan channel video kami dibawah, juga ikuti kami di sosial media lainnya di icon pojok kanan atas website ini. Semoga bermanfaat, salam solder, dan salam Fans Electronics.

Video Tutorial

Video Tutorial Belum Tersedia

Dokumen

Monday, March 6, 2017

Tutorial Mengganti Tema (Theme) Arduino IDE

Sedikit Pengenalan

Arduino IDE (Arduino Integrated Development Environment) adalah aplikasi compiler yang memiliki banyak fasilitas, dan menyediakan semua utilitas yang diperlukan dalam membangun sebuah program. Arduino IDE memiliki desain yang sangat simple dan mudah digunakan, dilengkapi dengan library yang mendukung banyak sekali modul-modul,sehingga memudahkan orang awam sekalipun untuk memahaminya. Berikut ini tampilan dari aplikasi Arduino IDE. 

arduino ide

Pada artikel kali ini saya akan memberikan sebuah tutorial mengganti Tema (Theme) Arduino IDE. Bagi yang sering menggunakan aplikasi arduino, pasti sering bertanya bagaimana merubah tema pada aplikasi ini. Sebenarnya dari pengembang Arduino IDE memang didesain hanya memiliki satu tema saja, sesuai warna standar dari sang arduino. Namun karena sifatnya yang open source (gratis dan bebas dikembangkan), membuat banyak para programer di komunitas arduino yang entah iseng atau memang sengajah merubah dari tampilan aplikasi Arduino IDE. 

Saya sendiri lebih suka memprogram nya menggunakan editor lain yang medukung tampilan hitam, karena lebih nyaman dimata dengan cahaya layar yang relatif tidak terlalu terang. 

Proses Pengerjaan

Pertama-tama download file tema pada link dokumen diakhir artikel. Kemudian ekstrak file terlebih dahulu. Copy semua file dalam folder theme ke direktori instalasi arduino C:\Program Files (x86)\Arduino\lib\theme... Jangan lupa backup terlebih dahulu file originalnya.

Lokasi Tema

replace semua files, kemudian buka arduino ide anda. hasilnya seperti gambar dibawah ini.

tema dark hitam arduino ide

Sekian dulu tutorial kali ini. Jika terdapat update thema baru, akan saya pada file dokument dibawah. Dan jika ada pertanyaan terkai tutorial kali ini, anda bisa tinggalkan pesan pada kotak komentar dibawah. Semoga bermanfaat salam FansElectronics.

Dokumen


Friday, March 3, 2017

Project Pengendali Lampu Menggunakan Remote TV dan Arduino

Project Pengendali Lampu Menggunakan Remote TV dan Arduino

Sedikit Pengenalan

Remote TV merupakan sebuah media pengendali nirkabel dengan menggunakan Infra Red/Infra Merah sebagai pengirim (Transmiter) sinyal digital yang akan ditangkap penerima (Reciever). Kemudian sinyal data tersebut akan diterjemahkan oleh mikrokontroler dan akan diteruskan sebagai perintah untuk mengendalikan sesuatu.

Remote TV

Dalam project ini saya akan memberkan sebuah tutorial project sederhana pengendali lampu menggunakan remote tv sebagai pengendalinya. Disini saya menggunakan sebuah prototipe modul yang sudah saya buat sendiri, tanpa harus menggunakan modul arduino. Namun bahasa pemrogramanya tetap menggunakan Arduino IDE.

Artikel Pendukung

Hardware

Anda dapat membuat prototipe dengan mengikuti skematik dibawah, anda juga dapat mengdownload file desain Eagle pada file dokumen diakhir artikel.

skematik remote relay arduino

Skematik
tata komponen module remote relay arduino

Board PCB

Proses Pengerjaan

Buatlah modul prototipe seperti diatas. Namun sebelumnya buatlah rangkaian sensor dengan arduino seperti skematik dibawah.
IR Skematik
Kemudian upload program dibawah, dengan menggunakan programer USBasp/ Arduino ISP. 

Setelah program terupload pada arduino, disini kita akan melihat data dari remote yang anda gunakan. Karena data setiap jenis remote berbeda-beda, sehingga anda perlu untuk membaca data remote yang anda gunakan. Buka Terminal Serial Monitoring, kemudian tekan tombol yang akan anda gunakan sebagai inputan untuk mengaktifkan relay. Contoh seperti gambar dibawah ini.

Data Remote TV

Gunakan data yang mucul pada serial monitor. Rubah pada #define angka1, dan 2. Kemudian Upload program pada modul prototipe yang sudah dibuat sebelumnya. Sekarang coba aktif dan matikan relay dengan menggunakan remote yang sudah anda program sebelumnya. Untuk video demo project kali ini, bisa anda lihat pada akhir artikel. Dan jangan lupa file skema dan pcb dapat anda download di tag dokument dibawah. Sekian dulu tutorial project kali ini semoga permanfaat. Jika terdapat pertanyaan terkai project ini, anda dapat meninggalkan pesan pada kotak komentar dibawah. Jangan lupa Subsciribe Channel Video kami ya.. Salam FansElectronics.

Video Tutorial


Dokumen


Jasa Pembuatan Project Elektro